Posted 3 weeks ago
Posted 4 months ago

“Masa Lalu”

Aku…
Sudah meninggalkanmu di belakang
Aku…
Sudah berlari sangat jauh darimu
Kamu tahu?
Itu sulit. Sangat sulit
Aku memaksa diriku untuk ‘menerima’ keadaan
:)
Tapi apa?
Kenapa kamu masih di tempat yang sama?
Dan berharap aku kembali lagi ke tempat itu?
Tidak! Aku tidak mau!
Aku tak mau lagi menengok masa itu
Terlebih dengan alasan irrasionalmu

Aku ingin bahagia…
Aku…
Ingin sendiri saja :)
Meskipun nantinya kesepian kan mendera,
Tak apa..
Lebih baik seperti itu,
Aku yakin, ada Allah yang membersamaiku
Dan bersama Allah, niscaya tak ada kecewa
***

Ya, kecewa.
Kata itu yang membuatku trauma
Perasaan yang menyiksa
Memang, berharap pada manusia hanya berujung kecewa
Maka, kukongkritkan mengenai harapan tertinggiku
Biarlah Allah yang mengaturnya…
Mengapa harus khawatir padahal semua sudah tertulis?? :))
***

Dulu, aku punya kecenderungan
Kecondongan
Tapi sekarang, aku pasrah
Aku biarkan Allah yang bertindak
Aku percaya, Allah tak akan menyia2kan hambaNya
Aku memilih untuk menjadi diriku sendiri
Walaupun mungkin di mata orang lain akan terlihat berbeda,
Tapi inilah aku
Aku dengan hal-hal yang ingin ku lakukan
Aku dengan pola pikirku
Aku yang bebas
Independen :)
Aku memilih untuk fokus ke hal-hal yang lain
Berteman dengan sebanyak-banyaknya
Tertawa bersama :D
***

Aku ingin menjadi pribadi yang dewasa
Dan salah satunya, aku tak ingin kembali di masa itu
Maafkan aku, :)
Tapi kamu pun pada akhirnya akan menemukan lagi
Sinarmu, yang lebih baik
Hanya tunggu saja waktunya
Tapi mungkin bukan aku
Entah… Hanya Allah yang tahu
:) :)
At least, we’re still friend!
***

Mungkin, ini yang dinamakan move on
Entah…
Aku tak bisa mendefinisikannya
Tapi yang ku rasa,
Aku lebih lega
Lebih ringan… :)

Posted 5 months ago

Really really wanna cry
:’(
But it can’t change anything
Nothing at all

Posted 6 months ago

kamu dan aku

Kamu

Ya, kamu!

yang sedang chat denganku di facebook

yang sudah kuanggap sangat sahabat

saudara kandung

walau kita berbeda

***

aku jadi ingat ketika kita pertama bertemu

kamu pemalu

ah, lucu rasanya ketika mengingat itu

pertama kali kita ketemu, di SMA tercinta

bener ya kata orang, masa-masa paling indah itu masa-masa di SMA

seneng juga bisa kenal kamu

kamu sahabat orang yang ku suka

tapi kamu pemalu

tak pernah berani menatapku

dan langsung pergi begitu saja setelah urusan organisasi kita selesai

siapa sangka, setahun setelahnya, kita jadi dekat

ya, sangat dekat

Aku tahu cerita tentang keluargamu,

kamu pun tahu tentangku, karena aku orang yang sahabatmu suka

***

ada hal yang kamu ga tau,

yang selalu ku simpan

di balik persahabatan kita

***

kamu pernah bilang, ‘pertama kali gue liat lo, lo beda dari yang lain. jujur, sebelum gue tau lo orang yang disukain x, gue suka sama lo. gue penasaran sama lo’

dan lo tau?

ada sesuatu yang sedikit aneh di hati

tapi„, segera kutepis kuat-kuat

segera kuyakinkan bahwa kau itu sahabatku

karena aku menyayangi temanmu

***

beberapa tahun berlalu,

dan kau masih di situ

menjadi sahabat terbaikku

dan ketika aku sedang dalam keadaan sangat down,

kamu dengan sabar denger ceritaku

dengan tangis-tangisku

dan kamu,

dengan sifat pemalumu itu

menenangkanku

tapi, aku tahu, dari suaramu, kamu sebenarnya bingung harus ngapain

hehe

****

itu kamu,

yang berhasil membuatku bangkit kembali

yang selalu ada ketika aku butuh

yang tak posesif, dalam batas normal

ya, sperti sahabat pada umumnya

****

sekarang kamu„

sudah menemukan pelabuhanmu

dan aku masih sendiri

meskipun begitu, kau tetap sahabatku

***

semoga selalu bahagia :)

***

andaikan waktu itu kau lanjutkan

andai kau berani

andai kau perjuangkan

mungkin…

ceritanya akan berbeda

:) :)

***

aku„

di sini

masih mencari arti

masih mencari jawaban

masih menunggu

menunggumu….

tidak, bukan berarti aku ingin kau pergi meninggalkan pelabuhan mu

tidak sama sekali

asal kau bahagia,

aku bisa menemukan bahagia yang lain

ah„

entahlah

aku sendiri tak mengerti dengan perasaanku

***

kita tunggu saja,

biarkan tangan-tanganNya yang bekerja

semoga bukan pelarian yang kudapat

hehehe

****

digubah dari cerita seorang teman~

sabar ya sayang…. :)

Posted 6 months ago

Hari ini
Pengen marah
Merasa tidak dihargai
***
Saya tau kamu tidak suka
Tapi dengan tidak menganggap saya?
Kamu lontarkan kata-kata yang buat saya sakit hati
***
Saya tau, kamu tidak suka dengan kondisi yang ada
Tapi kenapa tak kau bantu kami dengan tindakan nyata?
Sungguh, melontarkan kritik tanpa solusi itu sia-sia
***
Kalau kamu tak mau membantu, it’s ok
Tapi hargailah kami
Kami yang bersusah payah berusaha
Empatinya mana?

Posted 6 months ago

Kalau mau nurutin ego pribadi,
Jujur saya pun lelah
Ingin keluar
Tapi kalau bukan saya, siapa lagi??
Saya lebih tidak mau dan mampu melihat semuanya lebih hancur di depan mata saya padahal seharusnya ada yang bisa saya lakukan

Posted 6 months ago

Ya. Masih.
Masih mimpi kita.
Sayangnya jejak itu terlalu dalam.
***
sesuatu yang tak bisa disampaikan secara langsung
Biarlah Allah yang sampaikan
:)

Posted 6 months ago
Posted 6 months ago

Teruntuk

Teruntuk seseorang
Yang tlah menutup pintu hatinya
Yang tlah memandang hina
Yang tak suka
Yang mungkin lelah mencari akar dan baru memaknakan setengah perjalanannya
Semoga..
Suatu saat Allah kan tunjukkan
Semoga..
Suatu saat cahaNya mampu buka pintu hatinya
Membuka pikirannya tentang kebenaran
***
Sungguh, suatu saat nanti kau akan mengerti
Sungguh, aku tak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk melembutkan
Sudah begitu keras
Aku takut malah menghancurkannya
Maka kubiarkan kelembutan Allah yang akan bekerja
Sambil tak henti terus mendoakannya
Semoga suatu saat, kita di koridor yang sama
:)
***
Seseorang pernah bilang, ‘dakwah tak butuh kita
Tapi kitalah yang butuh dakwah’
Dengan lantangnya seseorang berseru,
‘Dakwah tak butuh orang yang tak mau di jalan ini… Yang bila tetap masuk ke jalan ini dengan terpaksa mungkin akan menjadi duri dalam daging. Maka doakanlah ia, dan biarkan tangan-tangan Allah yang bekerja. Ingatlah janji Allah untuk orang-orang yang menolong agamaNya.’
***
Satu pesan dari seorang teman ;
‘Jangan jadi sholeh sendiri. Jadilah orang yang mensholehkan orang lain. Karna syurga terlalu luas untuk dimasuki seorang diri…’
***
Wallahu’alam bishawwab

Posted 6 months ago

Pilihan

Ada sebuah kisah, tentang seorang penjambret di kereta api
Seorang ibu dijambret di kereta api.
Ya, itu sudah biasa terjadi
Namun bedanya, ketika sang penjambret ini kabur, ternyata ia jatuh dari gerbong, dan meninggal seketika
Innalillah…
Dari cerita itu, banyak hikmah yang bisa kita ambil
Mengenai pilihan keadaan sebelum kita mati
Si penjambret meninggal dalam keadaan menyedihkan
Setelah ia melakukan hal yang dilarang Allah, ia meninggal
Meninggal dalam keadaan jauh dari Allah
Su’ul Khatimah
Dalam keadaan tidak baik
Mudah2an kita tidak sepertinya
Tidak ada yang tahu, kapan Allah akan memanggil kita
Tidak ada yang tahu, sampai umur berapa ‘jatah’ kita hidup
Hanya Allah yang tahu…
Maka„ akan menjadi pilihan kita
Meninggal dalam keadaan dekat denganNya,
Ataukah
Meninggal dalam keadaan jauh dariNya??
Hanya kamu yang bisa memilih….
***
Wallahu’alam bisshawab

Posted 6 months ago

Tulisan karna ga bisa tidur

(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Huaaaaaa
Banyak hal berkecamuk di kepala
Tentang tugas-tugas amanah yang saya emban
Yang harus dikerjakan secepatnya
Allah„ semoga aku bisa bertanggungjawab dengan semuanya
***
Daripada ga jelas, mending berbagi sesuatu yang bermanfaat
Entah untuk orang lain
Tapi untuk saya iya :)
***
Hari iniiii banyak belajar!
Ya dari sebuah lingkaran,
Mengenai kehidupan
Ada emosi, ada hikmah, ada peristiwa
Kisah pertama, mengingatkan tentang ‘Menggantungkan segala sesuatunya kepada Allah’
Fenomena yang terjadi belakangan ini, di sekitar saya, bahkan saya, terlalu mengandalkan dan berharap kepada orang lain
Seringkali tanpa sadar, tak jarang pula disadari
Kita lupa, bahwa ada yang sudah mengatur segalanya untuk kita
Lupa, kalau manusia hanyalah tempatnya kealpaan dan ketidaksempurnaan
Hingga seringkali, rasa kecewa yang begitu dahsyat menyerang (agak lebai :p)
Kalau sudah kecewa, baru kembali ke Allah
Padahal, seharusnya dari awal kita sudah kembali ke Allah
Dari awal, niatkan segala yang kita lakukan itu untuk Allah
Jadikan apa yang kita lakukan,
Setiap hembusan napas, setiap langkah kaki, setiap ucap kata, semua karena Allah. Karena kita mencintaiNya. Sebagai wujud cinta kita padaNya.
Ketika kita memulai sesuatu karena Allah, dan menggantungkan segala sesuatu padaNya, maka saya menjamin; hati kita akan tenang. Damai. Tenteram.
Ga ada lagi tuh namanya resah, gelisah, galau, dan kawan-kawannya.
Tapi satu yang harus diingat, semua itu akan muncul ketika kita sudah merasa dekat dengan Allah
Nah, satu pertanyaan penting ; sudahkah kita mendekat pada-Nya?
Bahkan di secuil waktu luang yang seharusnya bukan waktu sisa kita yang kita berikan
Di tengah hiruk pikuk keduniaan dan sunnatullah sifatnya manusia, manusia terkadang lupa
Ketika keikhlasan diragukan dalam hati, ada satu tips yang dibagi
BACA surat Al-Ikhlas
Hayati makna yang terkandung di dalamnya
Baca berulang-ulang
Hingga mungkin ada tangis yang keluar
Tangis seorang hamba
:)
Satu lagi
Bagaimana mungkin kita berharap Allah mengabulkan permintaan kita tanpa kita bersusah payah dahulu??
Bahkan mendekat padaNya pun tidak
Terlalu sibuk dengan urusan keduniawian
Harta, Tahta, dan Manusia
Jangan hanya menunggu
Bergeraklah!
Hidayah Allah tak akan datang dengan ditunggu
Tapi dicari
***
Wallahu’alam bisshawab

Posted 10 months ago

Penilaian manusia memang penting,
Tapi bukan yang utama
Dan saya memilih mengutamakan penilaian di mata Allah
Terima kasih sudah peduli
Dan saya tidak peduli seberapa buruk saya di mata kalian
Nilailah sesuai saya di mata anda
Silakan…
Sungguh,
Allah Maha Tahu
Sedang kau tidak
Karena kau bukan siapa-siapa

Posted 10 months ago
I hate when I have feeling like this. Don’t you know what I feel?
#random
Posted 11 months ago

Hai teman…
Sahabatku…
Aku merindu
Tiba-tiba aku teringat semua tentang kita
Semua yang sudah kita lewati bersama
Andaikan ada fotonya
Ketika kita berdua tertawa
Lepas, tanpa beban
Ketika kau mendengarkan semua ceritaku
Ketika kau melihatku menangis
Dan ketika aku sedih ketika kau pergi
Dan ketika kau menahan tangismu
Ketika kau harus pergi
Karena kau tidak ingin kita sama2 terpuruk
Kau ingin aku melihatmu tetap tegar
Andaikan ada fotonya
Ketika kita berdebat
Tentang banyak hal
Tentang apa yang aku yakini
Tapi kau meyakini
Dan sebaliknya
Apa yang kau yakini
Tidak ku yakini
Ah…
Aku rindu sekali, sahabat…
I wish there is a picture

Posted 11 months ago

Serbuan

Di saat benteng itu telah berdiri
mengasingkan yang di dalamnya„
mengapa malah datang serbuan dari berbagai penjuru??
Langit, belum luluskah?
Rasanya angin begitu mudah menjatuhkan dedaunan
Bangkitnya insan perlahan
Haruskah terjatuh kembali?
Berlari
Membangun benteng,
Tertatih, sendiri
Dalam tangis dan perlahan
Haruskah kalah karena angin
Atau serbuan-serbuan itu?
Tolong…
Tolong jangan ada yang datang
Menyerbu kembali benteng itu
Mungkin benteng itu belum kokoh
Hingga mampu menangkal segalanya
Namun siapa yang akan menjamin,
Bahwa tak akan datang serbuan itu lagi?
Dedaunan juga tak tahu,
Kapan angin kan terbangkan mereka kembali,
Kapan hujan kan hapuskan tangis
Kapan langit mencipta pelangi